2

2

Senin, 08 Juni 2015

TAGGED UNDER:

Terompet Sangkakala Yang Membuat Gempar Jagat Raya

Terjagalah Kimberly Wookey. Lelap pagi itu harus berakhir. Mimpi indah buyar setelah suara berisik merasuk telinga. Mata yang masih berat pun terpaksa terbuka. Padahal jarum jam baru menunjuk pukul tujuh lewat 30. Saat nikmat di atas ranjang empuk.

Misteri Sangkakala dari Langit
Namun suara itu jelas terdengar. Mengiang di telinga. Sesekali mendengung. Terkadang melengking tinggi. Mirip terompet. Saat terjaga, yakinlah dia bahwa suara itu bukan bunga tidur. Bunyi aneh itu juga pernah menganggu dua bulan silam.

Wookey segera bangkit. Beranjak dari ranjang. Bergegas menuju ruang tamu. Di sana, ternyata sang putra telah mematung. Memasang raut muka bingung. Sama seperti Wookey, bocah tujuh tahun itu juga dibalut penasaran. Pada suara yang melengking dari angkasa itu. “Saya segera tahu apa ini, sehingga saya berlari mengambil kamera,” tutur Wookey sebagaimana dikutip Dream dari Global News, Senin 8 Juni 2015.

Lengkingan itu masih terdengar. Malah kian jelas. Wookey segera menyalakan kamera. Merekam suara aneh itu. Dan juga suasana di sekitar rumah yang terletak di Terrace, British Columbia, Kanada, itu. “Saya pertama kali mendengar suara itu pada 19 Juni,” kata ibu muda ini.

Dan pada 29 Agustus 2013 itu, suara itu kembali muncul. Bila sebelumnya tak ada bukti, pagi itu  Wookey bersiaga dengan rekaman. Demi meyakinkan banyak orang. “Suara yang sama persis, mungkin tidak seintens suara pada hari itu, namun suaranya sama,” jelasnya.

Rekaman sepuluh menit itu kemudian diunggah ke laman berbagi video, Youtube. Tak disangka. Bukan Wookey saja yang mendengar suara itu. Warga Terrace yang meriung di bawah video postingan itu ramai-ramai mengaku mendengar suara yang sama.

Video itu menjadi pusat perbincangan. Wookey pun menerima banyak pesan dari penjuru provinsi. Mereka saling bertanya. Menerka-nerka. Suara apa yang terdengar dari rekaman itu.

Pemerintah Kota Terrace sebenarnya sudah berusaha menjawab rasa penasaran warga. Mereka mengumumkan bahwa suara itu berasal dari grader, alat berat yang tengah bekerja meratakan tanah di bukit Lanfear, tak jauh dari kediaman warga.

Tapi Wookey tak percaya. Demikian pula dengan warga lain.. Mereka menganggap suara yang terekam itu benar-benar beda dengan grader. “Ini tidak mirip dengan grader,” tutur Wookey. Pendapat itu juga diamini warga Terrace.

Meski pemerintah Terrace sudah berkali memberi penjelasan, namun warga tetap saja tak percaya. Suara yang datang dari pucuk bukit dan menembus pepohonan itu, bagi warga, adalah suara misterius. Setidaknya belum ada penjelasan yang meyakinkan. Apalagi, suara-suara ini sudah terdengar sebelumnya.

***

Suara dalam rekaman kamera Wookey memang bukan pertama kali terdengar.  Satu dasawarsa terakhir, warga Bumi telah ramai membincangkan suara yang dianggap misterius ini. Suara serupa pernah terdengar di langit Eropa, bahkan Amerika.

Ukraina, Inggris, Kanada, dan Amerika Serikat, merupakan negara yang sejumlah warganya pernah mendengar suara misterius ini. Video serupa bahkan sudah diunggah ke Youtube 2008 silam. Rekaman itu diambil di Homel, Belarus. Rekaman terbaru datang dari Jerman. Diungah pada April yang lalu.

Selama satu dekade, suara-suara yang disebut datang dari langit itu menggelitik rasa penasaran. Sejumlah orang berteori. Mulai ilmuwan hingga agamawan. Dari praktisi hingga orang awam.

Dengarlah pendapat David Deming. Ahli geologi University of Oklahoma ini menyimpulkan suara itu sebagai “The Hum”. Suara misterius yang tak bisa dilacak. Suara ini hanya terdengar di lokasi tertentu saja di muka Bumi. Hanya dua hingga sepuluh persen penduduk Bumi yang berpeluang mendengar suara ini.

Dalam Journal of Scientific Exploration, Deming menulis, sumber “The Hum” bisa saja berasal dari suara transmisi telepon dan pesawat udara yang dioperasikan oleh Angkatan Laut Amerika Serikat untuk tujuan komunikasi kapal selam.

Penjelasan berbeda disampaikan NASA. Badan Antariksa AS ini menyatakan fenomena aneh itu terjadi secara alami. Bukan dari makhluk luar angkasa. Ataupun pesawat alien sebagaimana banyak diterka. “Kami benar-benar bisa mendengar alunan khas simfoni dalam suara badai aneh yang datang dari planet kita, dan bukan pesawat alien,” kata Juru Bicara NASA, sebagaimana dikutip Dream dari Sott.net.

Menurut NASA, Bumi memiliki energi radio alami. Sehingga fenomena suara ini terjadi secara alami. Sepanjang waktu. Misalnya petir yang juga menghasilkan emisi radio. Namun, karena keterbatasan pendengaran manusia, suara itu tidak bisa terdeteksi jika volumenya tidak tinggi.

“Jika manusia memiliki antena radio, bukan telinga, kita akan mendengar sebuah simfoni luar biasa dari suara-suara aneh yang datang dari planet kita sendiri. Para ilmuwan menyebutnya tweeks, whistlers, dan sferics.”

Ada pula ilmuwan yang menyimpulkan bahwa suara itu tak datang dari langit. Melainkan dari perut Bumi. Suara ini diduga berasal dari gesekan lempeng tektonik atau potongan kerak dan mantel teratas Bumi, yang disebut litosfer.

Ketebalan lempeng bisa sekitar 100 kilometer. Terdiri dari dua jenis bahan utama: kerak  samudera, juga disebut sima silikon dan magnesium, serta kerak benua yang disebut sial silikon dan aluminium.

Tak hanya ilmuwan. Penganut teori konspirasi juga bersuara. Mereka menduga suara itu berasal dari riset High Frequency Active Auroral Research Programe (HAARP) yang digunakan oleh pemerintah AS untuk senjata luar angkasa dan alat pengubah cuaca.

Sementara, mereka yang religius menegaskan bahwa suara itu berasal dari “Sangkakala”. Terompet pertanda akhir zaman. Seperti yang dipikirkan Aaron Traylor, warga Montana, AS, yang mengaku mendengar suara itu dari langit pada 18 Februari 2012. “Meski berusaha mencari jawaban logis, gagasan bahwa ini tanda akhir zaman bermunculan di kepala saya. Bagaimana bila suara ini termasuk tanda-tanda tersebut,” tutur Traylor.

Berbagai teori telah mencoba mengurai fenomena ini. Pemerintah Kota Terrace telah memberi penjelasan. Namun tetap saja teori-teori dan penjelasan tersebut seolah tidak mampu menawarkan rasa dahaga ingin tahu manusia di sekujur Bumi. Semua masih bertanya. Dan tetap mengangap suara itu sebagai misteri.

***

Suara misterius ini bukan satu-satunya misteri di alam kita. Masih banyak lagi keanehan yang terjadi. Namun beberapa di antaranya sudah mulai tersibak. Lihatlah “Kwoneksamach” di Oregon, AS. Danau seluas 35 hektare yang menyimpan rahasia selama puluhan tahun itu, kini terkuak.

Ketika musim gugur dan salju, air danau ini penuh. Penduduk kerap memanfaatkan danau itu untuk kebutuhan air dan wisata, termasuk mengayuh kano. Namun saat musim semi dan panas tiba, yang ada hanya padang rumput luas. Air berlimpah yang biasa terlihat, lenyap.

Semula, tak ada orang yang tahu ke mana mengalirnya air sebanyak itu. Namun misteri ini kemudian terkuak. Saat memasuki musim panas, ternyata terlihat air danau itu mengalir melalui dua lubang yang terletak di dasar danau. Lubang itu berdiameter sekitar 5 meter.

Teka-teki soal menghilangnya air danau itu boleh terkuak, tapi dua lubang raksasa ini memunculkan misteri baru. Bagaimana dua lubang raksasa itu tercipta. Selama berpuluh tahun, dua lubang ini menjadi misteri pula.

Sejumlah begawan di bidang geologi turun tangan. Meneliti. Mereka menyimpulkan dua lubang itu terbentuk 3.000 tahun silam. Di bawah danau itu ditemukan terowongan. Diduga sebagai jalur lava. Lokasi danau ini memang berada di dekat gunung berapi berusia sekitar 12.000 tahun.

Ilmuwan menduga lubang ini terbentuk ketika lava mengalir. Lava itu kemudin menjadi dingin dan menimbulkan beberapa lapisan di sepanjang aliran. Lava kemudian meleleh dan mengalir ke bawah. Sehingga meninggalkan bekas berupa retakan tanah.

Melalui retakan tersebut, gas di dalam lava mencoba keluar menuju atmosfir. Inilah yang membuat retakan ke arah permukaan Bumi, tepatnya di danau yang juga disebut sebagai “Lost Lake” itu. Lubang di danau itu semakin melebar karena tekanan kuat dari gas.

Ketika lava sudah tidak mengalir, maka jalur tersebut kosong dan meninggalkan bekas berupa terowongan panjang. Lubang tersebut menjadi semacam saluran pembuangan alami. Warga sekitar yakin air yang masuk ke lubang itu mengalir mengikuti jalur air tanah.

Masih di negeri Paman Sam. Tepatnya di California. Sebuah fenomena alam di Death Valey telah membuat banyak orang bingung berpuluh tahun.
Jangankan orang awam, para ilmuwan pun dibuat tercengang. Bagaimana bisa batu-batu berukuran raksasa bisa berpindah tempat secara misterius.

Fenomena itu semula di luar logika. Batu-batu itu tak punya roda. Apalagi kaki. Juga tak bermesin. Ukuran sangat besar. Tak mungkin bagi manusia untuk mengangkat dengan tangan kosong. Selain berat, juga tak ada jejak manusia di sekitar batu itu. Yang terlihat hanya jalur yang terbentuk pada lumpur. Bekas yang menandakan batu itu berpindah dari satu titik ke tempat lainnya.

Fenomena ini sebenarnya tak hanya terjadi di Death Valey. Ribuan mil dari sana, juga terjadi hal serupa. Tepatnya di Laguna Altillo Chica, Spanyol. Namun sama saja, fenomena di Spanyol itu juga sangat lama menjadi misteri.

Ilmuwan yang penasaran pun ramai-ramai melakukan penelitian. Sudah berbilang tahun dan berganti peneliti, tetap saja alam menyimpan rahasia ini selama hampir seabad lamanya.

Misteri itu mulai tersingkap setelah para ilmuwan dari Scripps Institution of Oceanography, San Diego, memulai penelitian pada 2011. Para peneliti di bawah pimpinan Richard Norris ini mengamati 15 batu dengan menempelkan GPS. Dengan alat inilah batu-batu itu dimonitor dengan bantuan stasiun cuaca resolusi tinggi dan kamera.

Pada 2013, Norris dan sepupunya –yang juga terlibat dalam penelitian ini– Jim Norris, tiba di Death Valley. Mereka mendapati permukaan danau yang kering (playa), tengah digenangi air setinggi 7 sentimeter. Tak lama kemudian, batu-batu mulai bergerak. Sangat menakjubkan.

Dari pengamatan, mereka tahu bahwa batu-batu yang bergerak itu memerlukan kombinasi peristiwa yang langka. Pertama, lembah itu terisi air dengan ketinggian yang cukup untuk mengambangkan es. Itu bisa terjadi saat malam hari di musim dingin.

Saat malam tiba, temperatur di wilayah itu menjadi turun. Kolam yang berisi air itu kemudian membeku. Lembaran-lembaran es pun terbentuk. Menyerupai kaca-kaca jendela, yang cukup tipis untuk bergerak bebas. Tapi juga harus agak tebal untuk mempertahankan kekuatannya.

Saat hari mulai cerah, es mulai mencair dan kemudian pecah menjadi gumpalan-gumpalan yang mengambang. Dengan angin yang berhembus tipis saja di atas kolam luas itu, ditambah licinnya es yang mulai mencair, batu-batu yang berada di atas kolam terdorong. Meninggalkan jejak di lumpur di bawah permukaan.

"Pada 21 Desember 2013, es pecah sekitar tengah hari, dengan terdengar suara retakan yang datang dari seluruh permukaan yang membeku. Saya bilang kepada Jim, ini dia," kata Richard Norris.

Fenomena ini telah membalikkan teori-teori yang sebelumnya banyak bermunculan, seperti kekuatan badai, setan debu, alga licin, atau lembaran es yang tebal, yang mempengaruhi pergerakan batu itu.

Sebaliknya, batu-batu itu bergerak di bawah angin sepoi-sepoi. Angin yang berhembus 3 hingga 6 meter perdetik itu mendorong batu-batu yang berada di atas es setebal 3 hingga 5 milimeter saja. Ukuran yang sangat mustahil untuk mengangkat batu-batu besar. Namun, es tipis itu telah mengurangi gesekan dengan permukaan tanah.

Menurut pengamatan itu pula, batu-batu itu bergerak lamban, hanya sekitar 2 hingga 6 meter per menit. Sebuah pergerakan yang nyaris tak bisa dilihat dari kejauhan. "Ada kemungkinan wisatawan benar-benar melihat ini terjadi tanpa disadari," kata Jim Norris.

Batu-batu itu tak hanya bergerak dalam waktu beberapa detik hingga 16 menit. Dalam salah satu kesempatan, para peneliti mengamati batu yang berada pada bidang seluas tiga kali lapangan bola. Batu itu bergerak terus menerus hingga jarak sekitar 60 meter, sebelum akhirnya berhenti.

Lantas, dengan temuan itu, apakah misteri batu bergerak di Death Valey telah terungkap? “Kami mendokumentasikan lima peristiwa pergerakan batu dalam dua setengah bulan di kolam itu dan beberapa di antaranya melibatkan ratusan batu,” ujar Norris.

Itulah alam. Banyak mewariskan misteri. Namun jika diteliti, keanehan-keanehan itu akan membuka mata kita untuk melihat Kebesaran Tuhan. Suara “Sangkakala”, fenomena “Lost Lake”, dan juga batu berjalan di Death Valey, hanya sebagian kecil misteri alam itu. Sebagian sudah terjawab.

Sebuah WebBlog yang digunakan untuk menampung segala macam bentuk artikel yang dapat dibaca dengan santai.
Follow me @satriamandala
Subscribe to this Blog via Email :

0 komentar:

Pengikut

© 2014 Aneh Di Dunia. Designed by Bloggertheme9
Powered by Blogger.
back to top