2

2

Minggu, 18 Oktober 2015

TAGGED UNDER:

MIsteri Kota Timgad, Kota Kuno Dengan Desain Modern

Kota didesain dengan bentuk persegi empat sempurna, yang memiliki panjang 355 meter di setiap sisinya.

Dream - Reruntuhan kota Timgad terletak di lereng Aures Massif, berjarak sekitar 35 kilometer di sebelah timur Kota Batna, Aljazair. Kabarnya, Timgad dibangun Kaisar Trajan hampir 2.000 tahun lalu.

Para arsitek Romawi kuno merancang Timgad sebagai kota, yang memiliki tingkat presisi tinggi dan salah satu kota yang memiliki sistem pertahan sangat baik.


Pada awalnya, kota ini didirikan sebagai koloni militer Kaisar Trajan yang digunakan sebagai benteng melawan Berber di pegunungan Aures, yang berjarak tidak jauh dari situ. Para penduduk asli sebagian besar terdiri dari  veteran Parthia yang diberikan tanah sebagai balas jasa mereka.

Kota didesain dengan bentuk persegi empat sempurna, yang memiliki panjang 355 meter di setiap sisinya. Menggunakan desain ortogonal yang dipadukan dengan decumanus maximus (Perpaduan timur-barat). Sedangkan cardo (utara-selatan) dilapisi dengan collonade korintus.

Pada awalnya, mereka ingin membuat sebuah ruang untuk 15.000 penduduk. Tapi 300 tahun kemudian, kota terus tumbuh dan angka itu bertambah dengan cepat menjadi empat kali lipat dari perkiraan awal.

Selama abad kedua dan ketiga, kota ini tumbuh secara damai. Letaknya yang sangat strategis di dekat Qued el-Abiod membuat kota ini memegang kendali penting sebagai gerbang utama menuju pegunungan Aures. Di kota ini, terdapat juga akses jalan menuju gurun Sahara.

Kemudian sejak abad ketiga, kota Timgad menjadi pusat kegiatan agama Kristen dan sebuah pusat Donatist di abad ke empat. Lalu, pada abad kelima Timgad jatuh ke pasukan Berber setelah terjadi invansi vandal.

Dua abad berlalu, kota ini dihidupkan kembali oleh Kaisar Bizantium, Justinian. Kemudian sebuah benteng dibangun di luar kota asli dan dibangun beberapa blok di luar bangunan yang telah ada sebelumnya. Tapi kota ini jatuh lagi setelah abad ketujuh saat terjadi invansi Arab. Hingga benar-benar ditinggalkan pada abad kedelapan dan mulai dilupakan masyarakat hingga tahun 1881.

Setelah bertahun-tahun terkubur di bawah pasir gurun Sahara, Timgad tetap utuh. Bahkan di ujung barat decumanus maximus masih berdiri sebuah lengkungan kemenangan setinggi 12 meter, yang disebut Arch Trajan. Kemudian sebagian besar kota mulai dipulihkan kembali pada tahun 1900.

Dari sisa-sisa reruntuhan dapat dilihat sebuah kuil yang didedikasikan untuk Jupiter di sekitar demensi yang sama seperti Pantheon di Roma. Kemudian ada juga benteng Byzantium besar yang berdiri di  sebelah Tenggara kota.

Lalu ada juga sebuah teater yang berisi 3500 kursi, sebuah perpustakaan, Bisilika dan empat pemandian umum yang ketika ditemukan semuanya masih dalam kondisi baik.

Sebuah WebBlog yang digunakan untuk menampung segala macam bentuk artikel yang dapat dibaca dengan santai.
Follow me @satriamandala
Subscribe to this Blog via Email :

0 komentar:

Pengikut

© 2014 Aneh Di Dunia. Designed by Bloggertheme9
Powered by Blogger.
back to top