2

2

Kamis, 15 Oktober 2015

TAGGED UNDER:

Serunya Bersepeda Dikota Tua Jakarta

Rute perjalanan cycling tour Kampong Arab dibuat untuk melintasi sepanjang aliran sungai Angke.

Dream - Jakarta terkenal memiliki beberapa bangunan bersejarah yang dimanfaatkan sebagai tempat wisata. Salah satunya yaitu Kota Tua, yang terletak melintasi Jakarta Barat dan Jakarta Utara.

Tak hanya bangunan-bangunan peninggalan Belanda, cycling tour Kampong Arab pun kini tengah digiatkan pengelola Pagubuyan Onthel Wisata Taman Fatahilah yang berdiri sejak 2008.

Sedangkan untuk paket tur yang menggunakan sepeda sendiri baru dirintis tiga tahun yang lalu. Rute perjalanannya pun dibuat sengaja melintasi sepanjang aliran sungai Angke.

Keberangkatan dimulai dari kawasan wisata Kota Tua menuju Masjid Kampung Baru. Kemudian dilanjutkan ke Masjid Jami Angke yang terletak di wilayah Bandengan Selatan.

"Masjid Angke ini masih benar-benar asli dari abad ke 17. Sedangkan kalau masjid Kampung Baru yaitu kisah mengenai puteri Tiongkok yang dinikahkan dengan keluarga Keraton Cirebon," ungkap Saniem, selaku Humas Paguyuban Onthel Wisata Taman Fatahilah.

Masjid Angke sebenarnya bernama masjid Jami' Al-nawier. Tapi karena posisinya yang berada di samping kali Angke membuatnya lebih dikenal sebagai masjid Angke.


Nama Angke sendiri berasal dari bahasa Tiongkok, Ang yang berarti merah. Sedangkan Ke merupakan bangke atau bangkai. Penamaan itu terkait dengan memerahnya aliran sungai itu saat terjadi pembantaian muslim Tionghoa di daerah itu.

Setelah puas melihat bangunan masjid Al-nawier, para wisatawan akan diajak untuk menjelajahi kehidupan masyarakat kampung Arab di sekitar situ. "Namanya kampung Pakojan," imbuhnya pada akhir pekan lalu.

Bergeser dari kedua tempat itu, selanjutnya apar pelancong akan dibawa ke Langgar Tinggi. Masjid yang satu ini memiliki keunikan tersendiri, karena masih menyimpan mimbar asli hadiah dari Malaka. 

"Sedangkan pada tahun 1829 di depan masjidnya dimanfaatkan untuk menambat kuda," tunjuk Saniem pada foto-foto masjid yang tepajang di dinding.

Perjalanan yang ditempuh untuk kembali ke kota tua membutuhkan waktu selama tiga jam. Ditambah dengan biaya sepeda yang cukup murah seharga Rp.75.000 per sepeda. Para wisatawan mancanegara dari Turki dan Arab Saudi banyak yang tertarik mencoba petualang mengayuh sepeda ini.

"Kalau untuk weekend biasa jumlah permintaan bisa mencapai hingga 150.000 sepeda, selain itu wisatawan lokal juga banyak yang tertarik juga," pungkas Saniem. (Ism)

Sebuah WebBlog yang digunakan untuk menampung segala macam bentuk artikel yang dapat dibaca dengan santai.
Follow me @satriamandala
Subscribe to this Blog via Email :

0 komentar:

Pengikut

© 2014 Aneh Di Dunia. Designed by Bloggertheme9
Powered by Blogger.
back to top